Cerita Dewasa
- Cerita sex ngentot dewasa bergambar bersama tante Rum Temen Arisan
ibuku yang memiliki wajah sangan cantik dan payudara yang sangat montok
sekali.
Alkisah
cerita dewasa ini berawal saat saya disuruh ibu saya mengantarkan kue
untuk bu rum. Sesampainya di rumah bu Rum saya di ajak masuk dan duduk
di sopa yang sangat empuk. Tiba-tiba burum bertanya pada saya
“Kamu sudah pernah begituan dengan perempuan Win? Ee.. maksud ibu ngentot dengan perempuan?”
“Belum Bu,” jawabku sambil tetap menggerayangi dan mengobok-obok vaginanya.
“Masa!? Kalau melihat memek wanita lain selain punya ibu?”
“Juga belum Bu. Saya hanya melihatnya di film BF yang pernah sayatonton. Memangnya kenapa Bu?” Jawabku lagi. Sebenarnya aku berbohong.Sebab di rumah aku sering mengintip ibuku sendiri. Saat dia mandi atau berganti pakaian di kamarnya.Mendengar aku belum pernah berhubungan seks dengan perempuan dan belum pernah menyentuh vagina, entah kapan ia melakukannya, tanpa sepengetahuanku ternyata Bu Rum sudah melepas daster dan BH nya.
“Belum Bu,” jawabku sambil tetap menggerayangi dan mengobok-obok vaginanya.
“Masa!? Kalau melihat memek wanita lain selain punya ibu?”
“Juga belum Bu. Saya hanya melihatnya di film BF yang pernah sayatonton. Memangnya kenapa Bu?” Jawabku lagi. Sebenarnya aku berbohong.Sebab di rumah aku sering mengintip ibuku sendiri. Saat dia mandi atau berganti pakaian di kamarnya.Mendengar aku belum pernah berhubungan seks dengan perempuan dan belum pernah menyentuh vagina, entah kapan ia melakukannya, tanpa sepengetahuanku ternyata Bu Rum sudah melepas daster dan BH nya.
Telanjang
bulat tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya dan memintaku untuk melepas
semua pakaian yang kukenakan. “Oooww.. punya kamu besar juga ya Win,”
kata Bu Rum sambil membelai kontolku yang telah tegak mengacung setelah
aku telanjang.
Bu Rum
tidak hanya membelai dan mengagumi kontolku yang telah keras terpacak.
Setelah menjilat-jilat lubang di bagian ujung kepala penisku,ia
memasukkan batang kontolku ke mulutnya. Aku jadi merinding menahan
kenikmatan yang tak pernah terbayangkan. Tubuhku tergetar hebat.
Sesekali kurasakan mulutnya mengempot dan menghisap batang kotolku yang
kuyakin semakin mengembang. Lalu dikeluarkan dan dikocok-kocoknyanya
perlahan. Ah, teramat sangat nikmat. Sangat berbeda bila aku mengocok
sendiri kontolku. Saking tak tahan, tanpa sadar aku memegang dan
mengusap-usap rambut Bu Rum yang semestinya tidak pantas kulakukan
mengingat usia dan sekaligus statusnya sebagai guru mengaji ibu-ibu di
kampungku termasuk ibuku.Tetapi Bu Rum tak peduli. Ia terus asyik dengan
kontolku. Dikulum,dihisap dan dikocok-kocoknya perlahan dengan gemas.
Seperti wanita yang baru melihat kejantanan milik pasangannya. Mungkin
karena selama ini ia hanya bisa melakukannya dengan pisang setelah kotol
suaminya tidak berfungsi.
Sambil
menikmati kocokan dan kuluman Bu Rum pada kontolku, kuremasi teteknya.
Tetek Bu Rum gede dan sudah menggelayut bentuknya. Namun sangat lembut
dan enak di remas. Bahkan puting-putingnya langsung mengeras setelah
beberapa kali aku memerah dan memilin-milinnya.
Tak kusangka wanita yang dalam keseharian selalu tampil dengan busana muslim yang rapat dan menjadi guru mengaji ibu-ibu di kampungku ini juga lihai dalam urusan kulum mengulum kontol. Aku dibuat kelojotan menahan nikmat setiap ia menghisap dan memainkan lidahnya di ujung kepala kontolku.
Tak kusangka wanita yang dalam keseharian selalu tampil dengan busana muslim yang rapat dan menjadi guru mengaji ibu-ibu di kampungku ini juga lihai dalam urusan kulum mengulum kontol. Aku dibuat kelojotan menahan nikmat setiap ia menghisap dan memainkan lidahnya di ujung kepala kontolku.
Bahkan
saat Bu Rum mulai mengalihkan permainannya dengan menjilati kantung
pelirku dan menghisapi biji-biji pelir kontolku, aku tak mampu bertahan
lebih lama. Pertahananku nyaris jebol. Karenanya aku berusaha menarik
diri agar air maniku tidak muncrat ke mulut atau wajah Bu Rum.
Namun Bu Rum menahan dan menekan pinggangku. “Mau keluar Win ? Muntahkan saja di mulut ibu,” ujarnya sambil langsung kembali menghisap penisku.
Namun Bu Rum menahan dan menekan pinggangku. “Mau keluar Win ? Muntahkan saja di mulut ibu,” ujarnya sambil langsung kembali menghisap penisku.
Akhirnya,
pertahananku benar-benar ambrol meski telah sekuat tenaga untuk
menahannya karena merasa tidak enak mengeluarkan mani di mulut Bu Rum.
Sambil mendesis dan mengerang nikmat pejuhku muncrat sangat banyak di
rongga mulut Bu Rum. Cairan kental warna putih itu kulihat berleleran
keluar dari mulut wanita itu. Tetapi ia tidak mempedulikannya. Bahkan
menelannya dan dengan lidahnya berusaha menjilat sisa-sisa maniku yang
berleleran keluar.
Terpacu
oleh kenikmatan yang baru kurasakan dan banyaknya mani yang keluar
membuat tubuhku lemas seperti dilolosi tulang-tulangku. Aku terduduk
menyandar di si kursi sofa tempat Bu Rum terduduk. “Gimana Win, enak?”
“Enak banget Bu,”
“Nanti gantian ya punya ibu dibikin enak sama kamu. Ibu ke kamar mandi dulu,” ujarnya berdiri dan melangkah ke kamar mandi. Saat kembali dari kamar mandi, Bu Rum menyodorkan segelas besar teh manis hangat. Sodoran teh manisnya langsung kusambut dan kuteguk.Terasa hangat dan nikmat setelah tenaga hampir terkuras dan kini kembali segar. Saat itu baru kusadari Bu Rum masih bugil tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.
Aku kembali terpaku pada tubuh bahenolnya yang masih lumayan mulus. Wanita berpinggul besar dan berdada montok namun sudah agak kendur itu,meskipun sudah menjadi nenek masih sangat menggoda. Jembutnya yang keriting lebat terlihat basah. Mungkin habis dibersihkan di kamar mandi untuk menghilangkan bekas air maniku.
“Nanti gantian ya punya ibu dibikin enak sama kamu. Ibu ke kamar mandi dulu,” ujarnya berdiri dan melangkah ke kamar mandi. Saat kembali dari kamar mandi, Bu Rum menyodorkan segelas besar teh manis hangat. Sodoran teh manisnya langsung kusambut dan kuteguk.Terasa hangat dan nikmat setelah tenaga hampir terkuras dan kini kembali segar. Saat itu baru kusadari Bu Rum masih bugil tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.
Aku kembali terpaku pada tubuh bahenolnya yang masih lumayan mulus. Wanita berpinggul besar dan berdada montok namun sudah agak kendur itu,meskipun sudah menjadi nenek masih sangat menggoda. Jembutnya yang keriting lebat terlihat basah. Mungkin habis dibersihkan di kamar mandi untuk menghilangkan bekas air maniku.
“Mau lagi
Win?” ujarnya mendekat dan berdiri tepat di tempat aku duduk.Kini
memang giliranku untuk memuaskannya setelah kenikmatan yang diberikan
padaku.Aku bingung harus memulai dari mana dan melakukan apa pada Bu
Rumkarena memang belum pernah pengalaman dengan perempuan. Hanya dari
sejumlah film BF yang sering kutonton, wanita kelihatannya sangat suka
kalau memeknya dijilat. Maka aku langsung turun dari kursi panjang dan
berjongkok di depan Bu Rum.
Memeknya
yang besar membusung kini tepat di hadapan wajahku. Jembut keriting
lebatnya terlihat basah. Dan Bur Rum, melihat aku hanya terbengong
memandangi bukit kemaluannya, langsung mengangkat kaki kirinya dan
ditumpukan pada kursi panjang. Karena pahanya yang terbuka kini aku bisa
melihat lubang memeknya yang nampak sudah longgar. Lubang memeknya
menyerupai lorong panjang. Bahkan kulihat itilnya yang mencuat di ujung
atas belahan memeknya.
Kembali
aku menyentuh dan mengusap memeknya. Bibir luar memeknya yang berwarna
coklat kehitaman penuh kerutan dan terasa lebih tebal. Namun makin ke
dalam lebih lembut dan basah serta warnanya agak memerah.Kudengar Bu Rum
mendesah saat jariku menyelinap masuk menerobos lubang vaginanya.
Rambut kepalaku diusap dan diremas-remasnya. Desahannya mengingatkanku
pada suara wanita yang tengah disetubuhi di adegan film BF. Aku jadi
terangsang. Kontolku kembali menggeliat dan bangkit.
Sambil
mendesah, Bu Rum tak hanya meremas dan menjambaki rambut kepalaku.
Tetapi ia berusaha menarik dan mendekatkan wajahku kememeknya. Aku jadi
tahu, nampaknya ia tidak ingin memeknya hanya dicolok-colok dengan
jariku, Aku yang memang sudah kembali terangsang langsung mendekatkan
mulutku dan mulai mengecupi lubang memek Bu Rum.
Ternyata
selain bibir luar vaginanya yang mengeras dan berkerut-kerut,di luar
kelentitnya yang menonjol besar, ada sebentuk daging yang menjulur
keluar dari lubang memeknya. Bentuknya nggedebleh mirip jengger ayam
jantan. Pengetahuanku tentang bagian paling intim milik wanita memang
sangat terbatas dan melihatnya dari jarak sangat dekat baru kali ini
mendapat kesempatan.
Satu-satunya memek wanita dewasa yang pernah kulihat adalah milik ibuku.
Aku memang sering mengintipnya saat ibu mandi. Atau saat berganti baju
di kamarnya dan pernah beberapa kali melihatnya dalam jarak cukup dekat
saat dia tidur. Tetapi sepengetahuanku tidak ada jengger ayam di lubang
memek ibuku. Jadi terasa agak aneh atas apa yang kulihat di lubang memek
Bu Rum. Tetapi aku tak peduli. Hingga selain menjilati bibir vaginanya,
jengger ayamnya juga tak luput dari sentuhan mulut dan lidahku. Bahkan
aku langsung mengulum, menghisap dan menarik -nariknya dengan mulutku.
“Ohhh… sshhh… aahhh… enak Win. Aaauuwww… ya.. ya.. aaahhh.. sshhh.. enak banget,”
“Ohhh… sshhh… aahhh… enak Win. Aaauuwww… ya.. ya.. aaahhh.. sshhh.. enak banget,”
Aku
sangat senang karena ternyata Bu Rum menyukai dan keenakan oleh jilatan
lidahku di lubang memeknya. Dari liang sanggamanya mulai keluar lendir
yang terasa asin di lidahku. Tetapi itu pun tidak membuat surut langkah
untuk terus mengobok-ngobok vaginanya dengan mulut dan lidahku.
Aku terus mencerucupi dan menghisapnya hingga lendirnya banyak yang tertelan masuk ke kerongkonganku.Diperlakukan seperti itu Bu Rum seperti kesetanan. Tubuhnya tergetar hebat dan kulihat ia merintih, mendesah sambil meremasi sendiri kedua tetek besarnya. “Kamu naik dan tiduran di sofa Win. Sshhh aahh jilatanmu di memek ibu enak banget,” katanya.
Aku terus mencerucupi dan menghisapnya hingga lendirnya banyak yang tertelan masuk ke kerongkonganku.Diperlakukan seperti itu Bu Rum seperti kesetanan. Tubuhnya tergetar hebat dan kulihat ia merintih, mendesah sambil meremasi sendiri kedua tetek besarnya. “Kamu naik dan tiduran di sofa Win. Sshhh aahh jilatanmu di memek ibu enak banget,” katanya.
Seperti
yang dimintanya, aku naik ke sofa dan tiduran telentang dengan kaki
menjuntai. Setelah itu Bu Rum ikutan naik. Tadinya kukira ia akan
menyetubuhiku dengan posisi wanita di atas seperti yang pernah kulihat
dalam adegan film mesum yang menggambarkan hubungan seks antara wanita
dewasa dan bocah ingusan.
Tetapi
tidak. Ia berdiri dan memposisikan kedua kakinya diantara tubuhku. Lalu
bertumpu di dinding tembok yang ada di belakang kursi sofa dan sedikit
menurunkan tubuhnya. Rupanya, ia masih ingin mendapatkan jilatan di
memeknya dengan posisi yang membuat dirinya lebih nyaman dan bergerak
leluasa. Sebab saat memeknya telah berada tepat di depan wajahku, ia
langsung membekapkannya ke mulutku.
Tak
kusangka, wanita yang sangat dihormati di kampungku karena selalu
berbusana muslimah yang rapat dan menjadi guru mengaji ibu-ibu, di
usianya yang sudah 53 tahun masih sangat menggebu. Pantesan ia suka
menyogok-nyogok memeknya dengan pisang. Mungkin karena tidak tahan
akibat tidak pernah disentuh oleh suaminya yang sudah tidak bisa
melayaninya sama sekali.
Aku
sempat gelagapan karena tidak mengira Bu Rum akan membekapkan memeknya
ke wajahku. Tetapi setelah mengetahui apa yang diinginkannya,aku
langsung menyambutnya meskipun tidak tahu harus bagaimana semestinya
dilakukan. Seperti sebelumnya, kembali kujulurkan lidah dan kembali
kujilati lubang memeknya. Namun kali ini dengan lebih semangat.
Daging
jengger ayamnya yang keluar dan menggelambir kukulum. Lalu lidahku
menjulur masuk sedalam-dalamnya di lubang vaginanya sampaihidung dan
wajahku ikut belepotan oleh lendir yang keluar dari liang sanggamanya.
Sambil
terus mengobeli memeknya dengan lidah dan mulutku, pantat Bu Rum juga
menjadi sasaran remasan tanganku. Meskipun sudah melorot, pantat Bu Rum
yang besar terasa masih lumayan kenyal. Nampaknya ia menjadi keenakan.
Bu Rum melenguh dan mendesah. “Iya Win…aahhh… sshhhh…aaahhhh… ssshh..
enak banget. Terus colok memek ibu dengan lidahmu sayang. Ahhh.. ya..
ya… oooohhhhh…. ssshhhh,” desahnya tertahan saat aku makin dalam
menjulurkan lidah.
Mendengar
rintihan dan desahan Bu Rum, aku jadi makin bersemangat.Hanya karena
tidak punya pengalaman, aku hanya menjilat dan mengisap bagian dalam
memeknya sekena-kenanya. Rupanya karena terlalu menggebu, aku sempat
menghisap itilnya dengan kuat. Bu Rum memekik. Tetapi tidak marah dan
malah makin keenakan. “Ia Win itu itil ibu.. enak banget…sshhh ..aahhh..
aahhh. Terus Win hisap itil ibu… aaoooohhh …oooohhhh,”
Seperti yang dimintanya, itil Bu Rum yang akhirnya paling sering menjadi sasaran jilatan dan hisapan mulutku. Bahkan sambil terus mencerucupi kelentitnya, dua jari tanganku kupakai untuk menyogok-nyogok bagian dalam memeknya. Saat itulah Bu Rum menjadi kelojotan dan beberapa saat kemudian ia memintaku berhenti.
Seperti yang dimintanya, itil Bu Rum yang akhirnya paling sering menjadi sasaran jilatan dan hisapan mulutku. Bahkan sambil terus mencerucupi kelentitnya, dua jari tanganku kupakai untuk menyogok-nyogok bagian dalam memeknya. Saat itulah Bu Rum menjadi kelojotan dan beberapa saat kemudian ia memintaku berhenti.
“Udah Win
ibu nggak tahan. Bisa KO kalau diteruskan. Sekarang ibu pengin dientot
dengan kontolmu. kamu juga pengin kan ngentot dengan ibu kan?”
“Ii .. iya bu. Saya pengin banget. Ta.. ta.. tapi saya tidak tahu caranya,”
“Nggak apa-apa. Nanti ibu ajarin,” ujarnya seraya menggamit lenganku.Ia membawaku ke kamarnya. Kamar dengan ranjang spring bed berukuran besar dan tampak rapi tertutup sprei motif garis-garis.Di kamar Bu Rum, ada meja rias berukuran besar dengan berbagai alat make up di atasnya serta sebuah almari pakaian model antik di samping gambar Bu Rum dan suaminya dalam pose berpasangan mengenakan pakaian adat Jawa. Foto itu sepertinya dibuat saat usianya masih di bawah 40 tahun. Bu Rum terlihat sangat cantik dan seksi. Suaminya, Pak Kirno juga terlihat kekar dan tampan.
Adanya gambar Pak Kirno suaminya di kamar itu, sebenarnya aku sempat grogi. Tetapi melihat Bu Rum sudah telentang di ranjang dan dalam posisi mengangkang, sayang kalau harus melepaskan kesempatan yang sudah berada di depan mata. Aku sudah sering mengocok sendiri kontolku sambil membayangkan ngentot dengan Bu Rum. Aku juga ingin mengetahui dan merasakan seperti apa rasanya ngentot sebenarnya.
“Ii .. iya bu. Saya pengin banget. Ta.. ta.. tapi saya tidak tahu caranya,”
“Nggak apa-apa. Nanti ibu ajarin,” ujarnya seraya menggamit lenganku.Ia membawaku ke kamarnya. Kamar dengan ranjang spring bed berukuran besar dan tampak rapi tertutup sprei motif garis-garis.Di kamar Bu Rum, ada meja rias berukuran besar dengan berbagai alat make up di atasnya serta sebuah almari pakaian model antik di samping gambar Bu Rum dan suaminya dalam pose berpasangan mengenakan pakaian adat Jawa. Foto itu sepertinya dibuat saat usianya masih di bawah 40 tahun. Bu Rum terlihat sangat cantik dan seksi. Suaminya, Pak Kirno juga terlihat kekar dan tampan.
Adanya gambar Pak Kirno suaminya di kamar itu, sebenarnya aku sempat grogi. Tetapi melihat Bu Rum sudah telentang di ranjang dan dalam posisi mengangkang, sayang kalau harus melepaskan kesempatan yang sudah berada di depan mata. Aku sudah sering mengocok sendiri kontolku sambil membayangkan ngentot dengan Bu Rum. Aku juga ingin mengetahui dan merasakan seperti apa rasanya ngentot sebenarnya.
Dengan
kontol tegak mengacung aku naik ke ranjang. Hanya aku tetap bingung
bagaimana harus memulai. Di antara kedua pahanya yang membuka lebar,
memek Bu Rum tampak menganga menunggu batang zakar pria yang mau
menyogoknya. Sepasang buah dadanya yang besar, dalam posisi telentang
terlihat jadi nggedebleh dan hanya puting-putingnya yang hitam
kecoklatan terlihat menantang.
Melihat
aku cuma mematung, rupanya Bu Rum menjadi tak sabar. Ditariknya tanganku
hingga menjadikan tubuhku ambruk dan menindih tubuh montoknya.Beberapa
saat kemudian kurasakan Bu Rum meraba selangkanganku dan meraih
kontolku. Batang penisku yang sudah mengacung dikocok-kocoknya perlahan
hingga makin mengeras dan membesar.
Oleh
wanita itu, kepala penisku digesek-gesekkannya di sekitar bibir
kemaluannya. Setelah tepat berada di bagian lubangnya, ia
berbisik.”Tekan Win, biar kontol kamu masuk ke memek ibu,” bisiknya
lirih di telingaku.
Slessseeppp.. blleeesss. Tanpa banyak hambatan batang kontolku yang
lumayan panjang dan besar seluruhnya masuk membenam. Mungkin karena
lubang memek Bu Rum yang sudah kelewat longgar dan licin akibat
banyaknya lendir yang keluar. Bagian dalam memek Bu Rum hangat dan
basah. Dan tanpa ada yang memerintah, seperti semacam naluri, aku
membuat gerakan naik turun pinggangku hingga kontolku sekan memompa
lubang memek wanita itu.
“Iya
begitu Win, terus entot sayang. Ah.. aahhh….aahhh.. kamu merasa enak
juga kan,” Aku mengangguk dan tersenyum. Kulihat Bu Rum mulai
mendesah-desah.Mungkin ia mulai merasakan enaknya sogokan kontolku. Dan
bagiku,kenikmatan yang kurasakan juga tiada tara. Jauh lebih nikmat
dibanding mengocok sendiri. Gesekan-gesekan batang kontolku pada dinding
memeknya yang basah menghantarkan pada kenikmatan yang sulit kuucapkan.
Aku terus
mengaduk-aduk memeknya dengan kontolku. Mata Bu Rum membeliak-beliak
dan meremasi sendiri teteknya. Melihat itu aku langsung menyosorkan
mulutku untuk mengulum dan menghisapi salah satu putingnya. Pentil
susunya yang berwarna coklat kehitaman terasa mengeras di bibirku. “Iya
Win… terus hisap sayang… aahhh… aahhh,Kamu ternyata sudah pinter,”
ujarnya terus mendesah.Makin lama kusogok dan kuaduk-aduk, lubang memek
Bu Rum kurasakan makin basah. Rupanya semakin banyak lendir yang keluar.
Bunyinya cepok…cepok… cepok… setiap kali batang kontolku masuk menyogok
dan kutarik keluar.
Bosan
ngentotin Bu Rum dengan posisi menindihnya, kuhentikan sogokanku pada
memeknya. Pasti asyik dan tambah merangsang kalau bisa melihat memeknya
yang tengah kusogok-sogok, pikirku membathin. Aku bangkit, turun dari
ranjang. Dan tanpa meminta persetujuannya, kaki Bu Rum kutarik dan
kuposisikan menjuntai di tepi ranjang.
Tindakanku itu membuat Bu Rum agak kaget. Namun tidak marah dan bahkan
sepertinya ia menunggu tindakan yang akan kulakukan selanjutnya. Namun
setelah pahanya kembali kukangkangkan dan kontolku kembali kuarahkan ke
lubang vaginanya, Bu Rum tersenyum. “Kamu pengin ngentot sambil
ngelihatin memek ibu Win? Iya sayang, kamu boleh melakukan apa sajapada
ibu,” katanya.
Ternyata
menyetubuhi sambil berdiri dan melihat ketelanjangan lawan mainnya
benar-benar lebih asyik. Lebih merangsang karena bisa melihat keluar
masuknya kontol di lubang memek. Saat kontolku kutekan, bibir memeknya
yang berkerut-kerut seperti ikut melesak masuk. Namun saat kutarik,
seluruh bagian dalam memeknya seakan ikut keluar termasuk jengger
ayamnya yang menggelambir. Pemandangan itu membuat aku kian terangsang
dan kian bersemangat untuk memompanya.
Teteknya
juga ikut terguncang-guncang mengikuti hentakan yang kulakukan. Aku
makin bernafsu dan makin cepat irama kocokan dan sodokan kontolku di
liang sanggamanya. Bu Rum tak dapat menyembunyikan kenikmatan yang
dirasakan. Ia merintih dan mendesah dengan mata membeliak-beliak menahan
nikmat. Sesekali ia remasi sendiri susunya sambil mengerang-erang.
Aku juga memperoleh nikmat yang sulit kulukiskan. Meski lubang memek Bu Rum sudah longgar tetapi tetap memberi kenikmatan tersendiri hingga pertahananku nyaris kembali jebol. “sshhh … aahh… sshhh… aaakkhhh… memek ibu enak banget. Saya nggak kuat bu,” ujarku mendesahsambil terus memompanya.
Aku juga memperoleh nikmat yang sulit kulukiskan. Meski lubang memek Bu Rum sudah longgar tetapi tetap memberi kenikmatan tersendiri hingga pertahananku nyaris kembali jebol. “sshhh … aahh… sshhh… aaakkhhh… memek ibu enak banget. Saya nggak kuat bu,” ujarku mendesahsambil terus memompanya.
“Tahan
sebentar Win. Aaahhh.. sshhh… kontolmu juga enak banget,”Bu Rum bangkit
memeluk serta menarik pinggangku hingga tubuhku ambruk menindihnya.
Kedua kakinya yang panjang langsung membelit pinggangku dan menekannya
dengan kuat. Selanjutnya Bu Rum membuat gerakan memutar pada pinggul dan
pantatnya. Memutar dan seperti mengayak. Akibatnya batang kontolku yang
berada di kedalaman lubang memeknya serasa diperah.
Kenikmatan yang kurasakan kian memuncak. Terlebih ketika dinding-
dinding vaginanya tak hanya memerah tetapi juga mengempot dan menghisap.
Kenikmatan yang diberikan benar-benar makin tak tertahan.”Ooohh… aahh…
aahhh.. ssshhh… aakkhh enak banget. Saya …aaahhh nggak kuat Bu. Ohhh
enakkkhhh bangeet,”
“I..iiya Win, ibu juga mau nyampe. Tahan ya sebentar ya..aaahhh…sshhh.. sshhhh…aahhh….ssshh ….aaaoookkkh,”
Goyangan pantat dan pinggul Bu Rum makin kencang. Dan puncaknya, ia memeluk erat tubuhku sambil mengangkat pinggangnya tinggi-tinggi. Saat itu, di antara rintihan dan erangannya yang makin menjadi kurasakan tubuhnya mengejang dan empotan memeknya pada kontolku kian memeras.
Maka muncratlah spermaku di kehangatan lubang memeknya berbarengan dengan semburan hangat dari bagian paling dalam vagina guru mengaji ibuku.Karena kenikmatan yang aku dapatkan, cukup lama aku terkapar di ranjang Bu Rum
Goyangan pantat dan pinggul Bu Rum makin kencang. Dan puncaknya, ia memeluk erat tubuhku sambil mengangkat pinggangnya tinggi-tinggi. Saat itu, di antara rintihan dan erangannya yang makin menjadi kurasakan tubuhnya mengejang dan empotan memeknya pada kontolku kian memeras.
Maka muncratlah spermaku di kehangatan lubang memeknya berbarengan dengan semburan hangat dari bagian paling dalam vagina guru mengaji ibuku.Karena kenikmatan yang aku dapatkan, cukup lama aku terkapar di ranjang Bu Rum
Tempat berbagi Cerita Sex 2015, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Tante-Tante, Sange, Foto ABG, Foto HOT, Tips Bercinta, cerita seks sex, cerita dewasa bergambar, cerita mesum terbaru, cerita sedarah, kumpulan cerita dewasa, tante girang, cerita selingkuh, cerita perawan abg mesum, jilbab sange, ngentot, nafsu birahi, seksi, wanita seksi, Cerita Hot, Cerita Dewasa, Cerita Sex, Cerita Birahi, Birahi Tinggi, Cerita Porno, Cerita Film, Film Hot, Film Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Porno, Cerita Seks, Cerita Ngentot, Cerita Panas, Cerita Abg, Foto Bugil, Foto Mesum, Kimcil, Abg Kimcil, Foto Sex, Foto Dewasa, Pesta Sex, Foto Artis Hot, Model Hot, Sex Panas, Dunia Sex, Pornografi, Skandal Sex, Tante Girang, Sex Tante, Cewek Bispak, Nafsu Tinggi, Nafsu Birahi, Sex Selingkuh, Sex Sedarah, Anak Kost, Abg Sange, Tante Sange, Mahasiswi Sange, Sex Mahasiswi, Mahasiswi Bispak