Tempat berbagi Cerita & Foto
Sex, Dewasa, ABG, HOT, Tips Bercinta : Cerita Sex Pesta Ibu Rumah
Tangga – Menikmati 2 Tubuh Temanku, Saat ini aku berumur 23
tahun aku masih berstatus mahasiswa di PTS Jakarta, perkenalkan namaku
Arga langkahku untuk mendapat gelar sebentar lagi, yang di nanti nanti
akhirnya tiba juga hehe, dulu aku sudah sempat cerita bahwa aku
mempunyai bisnis sendiri diman hasiknya untuk tambahan jajan atau dompet
laki. Hehe.“Cerita Sex Terbaru”
Cerita Sex Menikmati 2 Tubuh Temanku
Cerita Sex Menikmati 2 Tubuh Temanku
Siang itu aku sedang suntuk sehabis
berjam-jam menghabiskan waktu di depan notebook untuk mengerjakan salah
satu proyek dari klienku. Memang aku ingin secepatnya menyelesaikan
proyek ini, mengingat nilainya yang cukup besar. Terbayang nikmatnya
berlibur di Bali atau Lombok bila nanti telah menerima pembayaran dari
klienku ini. “Cerita Sex Terbaru“
Perut sudah keroncongan, aku segera
mengambil kunci mobilku dan pergi ke mal di daerah Jakarta Barat untuk
makan siang. Memang di kulkas kamar kostku cuma tersisa sepotong pizza
bekas semalam. Tiba di mal tersebut, aku menuju KFC untuk makan siang.
Seperti biasa, sehabis makan siang aku
cuci mata melihat-lihat toko di mal tersebut. Setelah itu, aku mampir di
studio 21 yang terletak di lantai 3 mal itu untuk melihat-lihat film
yang sedang diputar. Memang Graciacananya kalau ada film yang bagus aku
ingin nonton untuk refreshing sebelum memulai mengerjakan proyekku lagi
nanti malam.“Cerita Sex Terbaru”
Saat memasuki lobby, setelah melewati
lorong yang dipergunakan untuk bermain video-game, kulihat seorang gadis
manis sedang duduk sendiri sambil memainkan handphonenya. Aku seperti
merasakan “deja vu”.
Teringat olehku pengalaman beberapa
waktu lalu saat mau menggoda seorang gadis sendirian di lobby studio 21,
yang ternyata membawa cowoknya. Tetapi tak mengapa, aku sok nekat saja
duduk di sebelahnya sambil tersenyum. Dia juga membalas tersenyum sambil
kemudian kembali sibuk dengan hpnya.
“Gracia..lo ada dimana sih ? Cepetan dong gue udah di lobby nih” katanya.
“Ya udah..cepetan deh” ujarnya lagi.
“Sedang nunggu pacar ya ?” tanyaku sok akrab
“Nggak kok mas. Teman.” sahutnya singkat sambil tersenyum.
“Mas sendirian aja ?” tanyanya lebih lanjut
“Wah agresif juga nih cewek” pikirku. “Iya sendirian aja. Mau nemenin? Jalan yuk” tanyaku nakal.
“Mau ngajak kemana ?” tanyanya
“Jalan-jalan aja” sahutku. Dia tersenyum lagi menambah manis wajahnya yang berbibir tipis itu.
Aku punya perasaan dia ini ABG nakal yang sering nongkrong di mal-mal mencari mangsa.
“Oh ya, namanya siapa ?” tanyaku
“Elis” sahutnya sambil mengulurkan tangannya
“Arga” kataku menyambut uluran
tangannya. Kuperhatikan penampilan Elis, gadis manis ini. Rambutnya
sebahu dgn wajah yang manis. Berpakaian kaos ketat dipadu celana jeans.
Buah dadanya tampak menonjol ranum di
balik kaos ketat yang dipakainya. Terbayang nikmatnya bila aku bisa
merasakan kenyalnya buah dada ranum ABG manis ini.
“Nggak sekolah ?” tanyaku lebih lanjut
“Nggak sedang bolos. Males sih..”
“Emang sekolah dimana ?”
Dia kemudian menyebutkan salah satu SMU Negeri di wilayah Jakarta Barat.
“Hey..sori ya gue telat”. Tiba-tiba seorang gadis menyapa.
“Sialan lo.., gue udah nunggu lama tau..” sahut Elis pada sang gadis.
Kulihat si gadis yang baru datang, dan
mataku terkagum-kagum melihat penampilannya. Wajahnya sangat cantik,
dengan rambut panjang, mirip dengan Ratu Felissa bintang sinetron remaja
yang terkenal itu.
“Gracia, ini kenalin teman gue” katanya mengenalkanku.
Kami segera berkenalan. Kemaluanku
semakin berontak saat jemarinya yang halus sedikit kuremas saat kami
berjabat tangan. Ternyata namanya Gracia. Tanktopnya yang seksi semakin
menambah hot penampilannya. Tetapi kulihat buah dadanya tidak sebesar
kepunyaan temannya. Akan tetapi kulit tubuhnya yang putih mulus menyebar
aroma seksual yang tinggi.
“Mau kemana nih mas ? Kita makan dulu aja yuk ?” ajak Elis.
Akhirnya kami bertiga pergi ke sebuah
restoran fast food. Saat kami berjalan, banyak cowok yang memperhatikan
tingkah laku kedua ABG ini dengan pandangan bernafsu. Terutama kepada
Gracia yang memang sangat cantik itu. KaGracia sudah makan, aku hanya
memesan minum saja untukku, sementara mereka menikmati makan siangnya.
Sambil menikmati pesanan masing-masing,
kami berbincang-bincang. Kupancing-pancing mereka, agar aku yakin mereka
bisa kuajak check-in nanti. Aku tidak mau kecele, setelah mengeluarkan
uang banyak untuk mereka ternyata mereka tidak bisa dinikmati, hehe..
Ingin segera aku merasakan kehangatan
dan kemulusan tubuh belia mereka. Akan tetapi, ternyata tidak semudah
itu. Banyak proses yang harus dilalui, alias ada biaya yang harus
dikeluarkan terlebih dahulu.
Sesudah makan, mereka minta dibelikan
pulsa HP, terus belanja baju, dll. Tetapi tak apalah, pikirku. Kebetulan
baru minggu lalu aku menerima pembayaran dari salah seorang klienku.
Memang kalau mau barang bagus ada harga yang harus dibayar. Apalagi
terbayang nikmatnya apabila aku bisa menyetubuhi kedua gadis ABG ini
secara bersamaan.
“Yuk jalan. Pusing nih di mal terus”
kataku setelah mereka selesai berbelanja. Memang aku sudah menentukan
limit pengeluaran bagi mereka. Disamping itu, aku sudah tidak tahan
ingin segera menikmati tubuh seksi Elis dan wajah cantik Gracia.
Mereka akhirnya setuju dan kami menuju tempat parkir. Kukebut mobilku menuju hotel jam-jaman langgananku.
Singkat cerita, kami telah berada di
dalam kamar hotel. Tak menunggu lama lagi, langsung kuraih wajah cantik
Gracia dan kulumat bibirnya. Leher dan pundaknya yang putih mulus segera
kucium dan kujilati. Setelah itu, wajah manis Elis menjadi sasaranku.
Saat kuciumi bibirnya yang tipis, kuremas buah dadanya dari balik
kaosnya yang ketat.
“Buka dulu aja mas..” bisik Gracia saat aku masih sibuk menikmati menciumi dan meremasi tubuh temannya.
“Bukain ya” kataku.
Aku menghentikan ciumanku pada wajah manis Elis, dan mereka berdua kemudian melucuti pakaianku.
Tak lama aku telah berdiri hanya dengan
mengenakan celana dalam saja. Keadaan itu tidak berlangsung lama,
kaGracia jemari lentik Gracia segera menarik celana dalamku. Kemaluanku
yang telah menegang segera berdiri dengan gagahnya di depan kedua ABG
ini. Mata mereka agak sedikit kaget melihat ukuran kejantananku.
“Besar sekali mas. Gracia suka..” kata
si ABG cantik sambil tangannya mulai mengocok-ngocok penisku perlahan.
Sementara Elis tidak berkomentar, hanya bibirnya yang tipis sedikit
terbuka. Matanya memandang kemaluanku dengan gemas. Mereka berdua telah
berjongkok di depanku.
Rasa hangat segera menjalari kemaluanku
saat Gracia mulai memasukkan batang kejantananku ini ke dalam mulutnya
yang mungil. Kepalanya mulai dimaju mundurkan menikmati kelelakianku.
Kupandang ke bawah tampak wajah cantik gadis ini dengan pipi yang
sedikit menonjol disesaki alat vitalku. Sementara Elis menciumi dan
menjilati pahaku menunggu giliran.
Sesaat kemudian, Gracia mengeluarkan
penisku dari mulutnya, dan Elis langsung meraihnya dengan bernafsu.
Dijilatinya terlebih dahulu mulai dari kepala sampai ke pangkal
batangnya, dan perlahan dia mulai menghisap kemaluanku. Terkadang gadis
seksi ini bergumam gemas saat menikmati kejantananku.
Aku tarik tubuh Gracia sehingga dia
berdiri di sebelahku. Kemudian kembali dengan gemas kuciumi wajah
cantiknya. Gracia dengan bergairah membalas pagutanku. Ciuman dan
jilatannya kemudian beralih ke puting dadaku. Sementara kemaluanku masih
menjejali mulut Elis, temannya yang seksi.
Wajah cantik Gracia yang sedang menjilati puting dadaku membuatku semakin gemas ingin menyetubuhinya.
“Ayo buka pakaiannya dong sayang..” kataku.
Gracia menurut. Dibukanya tanktop dan BH
yang dikenakannya. Tak ketinggalan juga celana jeans ketatnya. Dia
tampak semakin cantik dengan hanya memakai celana dalam hitam.
“Biarin aja Gracia., kamu lebih seksi pakai itu” kataku saat dia ingin membuka celana dalamnya.
Segera kutarik kembali Gracia kedalam
pelukanku. Kujilati puting buah dadanya. Memang buah dadanya tidak
terlalu besar, tetapi bentuknya yang mencuat dengan puting merah mudanya
sangat merangsang sekali.
“Ahh…ssstt…” erangan nikmat keluar dari
mulut Gracia. Erangan ini semakin keras terdengar saat jemariku
mengusap-usap liang nikmatnya. Desahan Gracia diselingi dengan gumaman
nafsu Elis yang masih berjongkok menikmati kemaluanku.
Jemariku merasakan vagina Gracia telah
lembab oleh cairan nafsu. Wajahnya yang sangat cantik tampak
menggairahkan saat dia mengerang-erang nikmat disetubuhi jemariku.
Puting payudaranya juga telah mengeras kaGracia jilatan lidahku. Ingin
segera kusetubuhi ABG cantik ini.
“Sebentar ya Lis..”kataku sambil
mencabut penisku dari jepitan bibir tipis Elis. Setelah itu, kutarik
Gracia menuju tempat tidur. Kusibakkan celana dalamnya, dan kuarahkan
penisku ke dalam liang nikmatnya.
“Pelan-pelan ya mas..” desahnya perlahan.
Kemaluanku mulai menerobos alat vital
ABG cantik ini. Erangannya semakin menjadi. Tangannya tampak meremas
sprei ranjang. Mulutnya setengah terbuka, dan matanya terpenjam.
“Ahhhh…ahhhh” desah gadis cantik ini
saat aku mulai menggenjot kelaminku di dalam alat vitalnya. KaGracia
sempitnya kelamin gadis cantik ini, baru setelah beberapa kali genjotan
penisku berhasil menerobos lebih dalam, walau mungkin hanya dua pertiga
batang kemaluanku yang berhasil masuk.
Ranjang mulai mengeluarkan
deritan-deritan seirama dengan goyangan tubuhku menikmati sempitnya
liang vagina Gracia. Tubuh mulus Gracia mengelinjang-gelinjang merasakan
hujaman penisku yang menyesaki liang vagina gadis belia ini. Sementara
Elis, temannya yang seksi dengan bergairah menonton adegan kami.
“Kamu buka juga dong Lis” kataku. Elis kemudian membuka kaos ketatnya dan celana jeansnya.
“Biarin aja pakaian dalamnya Lis..” ujarku lagi saat dia ingin membuka BHnya. Elis kemudian kuminta mendekat.
“Biarin aja pakaian dalamnya Lis..” ujarku lagi saat dia ingin membuka BHnya. Elis kemudian kuminta mendekat.
Kuhentikan hujaman penisku di kelamin
Gracia sejenak, dan kuminta dia merubah posisi. Aku segera berbaring di
tempat tidur sementara si cantik Gracia menaiki tubuhku. Diarahkannya
kembali kelaminku ke dalam vaginanya.
“Ahhhh….” erangnya kembali saat penisku
menerobos liang nikmatnya. Dia kemudian menggoyang-goyangkan tubuhnya
menikmati kejantananku. Kuraih wajah manis Elis yang ada di sebelahku,
dan kami langsung berciuman dengan bergairah. Kuremas buah dadanya yang
besar, dan kuangkat daging kenyal ranum ini sehingga keluar dari cup
BHnya.
Tampak luar biasa seksi Elis saat itu,
dengan wajahnya yang manis dan kedua payudaranya yang mencuat keluar.
Puting susunya yang kecoklatan segera menjadi santapanku.
“Sstttthhhh….sstttt” erangnya saat kujilati dan dengan gemas kuhisapi buah dadanya yang kenyal itu.
Sementara Gracia, temannya yang cantik,
masih menggoyang-goyangkan tubuhnya yang mulus di atas selangkanganku.
Matanya terpejam dengan wajah yang memerah menambah ayu wajah cantiknya.
Tanganku memilin-milin puting buah dadanya. Sementara Elis mulai
menjilati puting dadaku.
“Ahhhhh……” erang Gracia panjang saat dia
mengalami orgasmenya. Tubuhnya mengejang beberapa saat, kemudian
lunglai di atas tubuhku. Kuciumi pundaknya yang putih halus beberapa
saat, sebelum kugulingkan tubuhnya kesebelahku.
“Giliranmu Lis..” kataku. Elis langsung
menghentikan hisapannya pada puting dadaku, dan dengan bergairah dia
menggantikan posisi Gracia. Disibakkannya celana dalamnya, dan
diarahkannya kelaminku ke liang surganya.
“Ihhh..gede banget…iihhhh” desahnya saat
penisku menerobos vaginanya. Ranjang kembali berderit keras saat dengan
bernafsu Elis menggoyang-goyangkan tubuhnya menikmatiku. Buah dadanya
yang kenyal berguncang-guncang menggemaskan saat ia menyetubuhiku.
Terkadang kaGracia gemas, kutarik tubuhnya agar aku bisa menghisapi
puting payudaranya.
Cerita Seks – Bosan dengan posisi ini,
kuminta Elis menungging sambil memegang tepian bagian kepala ranjang.
Kusodokkan penisku kembali ke dalam bagian tubuhnya yang paling vital,
dan erangan Elis kembali terdengar ditimpali dengan suara derit ranjang.
“Ihh..ihh..” desahnya saat kusetubuhi
dia dari belakang. Pantatnya yang montok terlihat sangat merangsang.
Sementara kulihat Gracia tak berkedip melihat temannya sedang disetubuhi
secara “doggy-style”.
“Sini Gracia” panggilku. Saat dia
menghampiriku, langsung kembali kuciumi wajahnya yang sangat cantik itu.
Sementara itu tanganku memegang pinggang Elis, temannya, sambil
sesekali menepuk-nepuk pantatnya yang padat.
“Ihh..ihh.. Elis sampai mas…ihhhh..”
erang Elis saat mencapai orgasmenya. Kulepaskan penisku dari dalam
vaginanya. Sementara itu, aku masih sibuk melayani ciuman Gracia.
Penisku yang masih tegang sehabis menikmati vagina temannya, langsung
diraih dan dikocok-kocoknya perlahan.
Sesaat kemudian kubalikkan tubuh Elis,
dan kunaiki tubuhnya. Kujepitkan kemaluanku di antara gunung kembarnya
yang besar. Kugoyangkan tubuhku menikmati kekenyalan buah dada Elis.
Sementara Gracia menyodorkan payudaranya ke mulutku untuk kunikmati.
Rasa nikmat yang luar biasa menjalari
syaraf kemaluanku. Aku merasa sudah tak tahan lagi membendung orgasmeku.
Kulepaskan pagutanku dari buah dada Gracia, dan semakin cepat
kugoyangkan tubuhku menikmati jepitan buah dada Elis. Tak lama kemudian,
aku menjerit nikmat saat berejakulasi di buah dada ranumnya.
Setelah membersihkan diri, kami bertiga
tiduran sambil istirahat di atas ranjang. Elis di sebelah kiriku dan
Gracia di sebelah kanan. Aku masih telanjang, sementara mereka hanya
mengenakan celana dalam saja. Elis telah melepas BHnya yang basah
ejakulasiku.
“Mas mainnya hebat banget …” kata Gracia sambil tersenyum manis.
“Iya..kita berdua aja dibuat kewalahan…”sahut Elis sambil mengusap-usap dadaku.
“Habis kalian cantik-cantik sih. Jadi nafsu nih” jawabku asal.
“Pasti ceweknya si mas puas banget ya Lis..” kata Gracia pada temannya.
“Yang gemesin ini lho..gede banget ukurannya. Coba cowokku segede ini..” kata Elis sambil mulai mengusap-usap kemaluanku.
“Iya.Rahasianya apa sih mas ? Biar nanti
Gracia kasih tahu cowok Gracia, supaya bisa bikin Gracia puas..”
Tangannya yang halus juga mulai merabai kemaluanku yang mulai menegang
kembali.
“Mas, buat kenang-kenangan Gracia video ya..” ujar Gracia tiba-tiba, sambil bangkit mengambil HPnya.
“Jangan ah. Udah nggak usah” tolakku.
“Ah..nggak apa mas. Habis mr.happy-nya gemesin banget deh..Gracia nggak ambil mukanya kok..” sahutnya.
“Awas, bener ya. Jangan kelihatan mukanya lho” kataku.
“Mas berdiri di sini aja biar lebih jelas. Terus elo isepin Lis.. Ntar gantian” katanya bak sutradara kawakan.
Kuturuti kemauannya. Aku bangkit dan
berdiri di samping ranjang. Elis kemudian berjongkok di depanku, dan
mulai menjilati kemaluanku.
“Rambut lo Lis..jangan nutupin” kata Gracia sambil mulai merekam adegan itu.
Kubantu Elis menyibakkan rambutnya, dan
dia mulai mengulum kemaluanku. Kunikmati jepitan bibir tipis Elis di
batang kemaluanku. Tangannya yang halus mengelus-elus buah zakarku.
Gracia merekam adegan kami dengan
antusias. Aku mengerang nikmat, sambil tanganku membantu menyibakkan
rambut Elis yang sedang sibuk menikmati kemaluanku. Cukup lama gadis ABG
seksi ini menyalurkan nafsunya.
Sementara tampak Gracia sangat terangsang melihat temannya menikmati penisku.
“Lis..gantian gue dong..” katanya beberapa saat kemudian.
Hpnya diserahkan ke Elis, dan gantian
Gracia sekarang yang berjongkok di depanku. Disibakkannya rambutnya
kesamping agar temannya dapat merekam adegan dengan jelas. Dijilatinya
perlahan seluruh batang kemaluanku. Lubang kencingku digelitik dengan
lidahnya, kemudian mulutnya mulai mengulum perlahan batang kemaluanku.
“Jangan pakai tangan Gracia..” kata Elis yang sedang merekam adegan kami.
Gracia kemudian melepas tangannya yang
memegang batang kemaluanku, dan ia memaju mundurkan kepalanya menikmati
jejalan penisku di mulutnya. Sesaat kemudian dia mengeluarkan kemaluanku
dari mulutnya dan, tetap dengan tanpa memegang penisku, menjilatinya
sambil bergumam gemas. Kemudian dihisapnya kembali kemaluanku dengan
bernafsu.
Mendapat perlakuan seperti ini bergantian dari kedua gadis belia, aku merasa tak lama lagi akan mencapai kepuasan.
“Arrghh.. hampir sampai nih..” erangku.
“Mas yang ambil ya..” kata Elis sambil
menyerahkan hp padaku. Dia kemudian berjongkok bersama dengan Gracia.
Diambilnya penisku dari mulut temannya dan dikocok-kocoknya.
Aku tak tahan lagi. Sambil merekam adegan, aku berejakulasi membasahi wajah manis kedua gadis ABG ini.
Setelah beristirahat sejenak, aku
memesan minuman. Sambil menunggu pesanan datang, aku meminta hp Gracia.
Aku ingin memastikan wajahku tidak terlihat di rekaman video yang tadi
diambil.
Kami mengobrol beberapa lama di kamar
hotel itu, sebelum beranjak pulang menjelang malam. Kuantar mereka
kembali ke mal tempat aku bertemu dengan mereka. Kuberi mereka uang
taksi secukupnya.
“Makasih ya Mas. Sering-sering telpon kita ya..” ujar Gracia saat turun dari mobil.
“Ok, daaggh..” kataku pada mereka berdua.
“Ok, daaggh..” kataku pada mereka berdua.
Aku segera menjalankan mobilku kembali
menuju tempat kost. Sehabis makan malam, aku melanjutkan mengerjakan
proyek dari klienku. Pikiranku telah menjadi fresh kembali setelah
diservis oleh Gracia dan Elis, ABG Mal yang cantik.
cerita dewasa, kumpulan cerita sex, blowjob, handjob, cerita
sex dewasa, cerita seks dewasa, tante girang, daun muda, pemerkosaan,
cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis,
cerita sex, cerita kenikmatan,cerita bokep, cerita ngentot,cerita hot,
bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi, cerita
seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita
bokep
0 Response to "Cerita Sex Menikmati 2 Tubuh Temanku"
Posting Komentar